Now Playing Tracks

kurniawangunadi:

Samsoe Bassaroedin dan Yayah Inayah: Merintis Kasih di Penghujung Senja

Ini adalah kisah cinta paling mengharukan di kalangan aktivis Masjid Salman ITB, keduanya bertemu di usia senja. Pagi ini saya membaca lagi di laman salmanitb.com. Ini sudah dua tahun yang lalu ceritanya, tapi hikmahnya masih bergema hingga saat ini.

Mas Samsoe yang super strict kalau ngatur barisan shalat, dua hari yang lalu ketika Ashar berjamaah di salman, beliau menyuruh barisan akhwat di lantai atas untuk turun semua ke lantai utama karena barisan utama akhwat di lantai utama masih longgar, hahaa.

Silakan klik judulnya, semoga memberi pembelajaran.

Kita berdua bergerak seperti daun-daun yang jatuh. Tak mampu menggerakkan dirinya sendiri. Pasrah diempaskan angin kemana pun membawanya pergi. Kita bergantung pada takdir, percaya bahwa kita akan jatuh di tempat yang sama. Meski kemungkinannya sangat kecil, kita percaya itu mudah bagi Tuhan.

Jangan Berhenti Melangkah, Hujan Matahari - Kurniawan Gunadi

(via kurniawangunadi)

10.29 p.m

Bila manusia ingat bahwa kematian itu adalah teman lama yang dilupakan. Teman lama itu akan datang suatu saat. Datang dalam hidup manusia, menyapanya. Dan banyak manusia yang ketakutan bertemu teman lama itu. Seolah-olah musuh bebuyutan/ Seolah-olah ada hutang yang belum terbayar atau ada aib…

We make Tumblr themes